Ekor kuda lapangan: profil, aplikasi & efek

Ekor kuda lapangan: profil, aplikasi & efek
Ekor kuda lapangan: profil, aplikasi & efek
Anonim

Ekor kuda lapangan adalah salah satu tanaman tertua yang pernah ada. Di kebun dianggap gulma karena sulit dikendalikan. Karena kandungannya, ekor kuda sangat populer dalam pengobatan alami, kosmetik, dan sebagai pupuk ekologis serta perlindungan tanaman. Profil.

Ciri-ciri ekor kuda lapangan
Ciri-ciri ekor kuda lapangan

Apa itu ekor kuda dan apa khasiatnya?

Ekor kuda lapangan (Equisetum arvense), juga dikenal sebagai ekor kuda, adalah tanaman kuno yang digunakan dalam naturopati, kosmetik, dan berkebun organik. Tanaman ini mengandung silika, mineral dan minyak atsiri dan cocok untuk mengobati rematik, asam urat atau peradangan.

Ekor kuda lapangan – profil

  • Nama botani: Equisetum arvense
  • nama lain: ekor kuda, panwort, scrubweed, ekor kucing, ekor kuda
  • Keluarga tumbuhan: Keluarga ekor kuda
  • Keluarga botani: Pakis
  • Kejadian: Belahan Bumi Utara
  • Tinggi: hingga 50 cm
  • Lokasi: tanah padat, tanaman indikator tingginya permukaan air tanah
  • Reproduksi: spora, pelari bawah tanah
  • Waktu berbunga / berbunga: tidak berbunga, spora mekar mulai Mei
  • Penggunaan obat alami: rematik, asam urat, sakit tenggorokan, radang
  • Penggunaan di kebun: pupuk, pestisida
  • Bahan: silika, mineral, minyak esensial

Salah satu tanaman darat tertua yang pernah ada

Field horsetail berasal dari ekor kuda yang telah ada di seluruh dunia selama sekitar 400 juta tahun. Dipercaya bahwa tanaman tersebut sudah ada di benua kuno Gondwana.

Berdasarkan temuan fosil, kemungkinan spesies aslinya bisa mencapai ketinggian hingga 30 meter.

Tampilan visual ekor kuda lapangan

Dari luar, ekor kuda menyerupai tanaman jenis konifera. Anak tangganya terdiri dari bagian-bagian seperti tabung yang tampak bertumpuk satu sama lain.

Paku ekor kuda, seperti semua pakis, tidak menghasilkan bunga melainkan menghasilkan telinga spora. Mereka muncul pertama kali dari bulan Maret hingga Mei dan kemudian mundur ke dalam tanah. Daun ekor kuda kemudian tumbuh yang berwarna hijau.

Ekor kuda lapangan tidak beracun, tidak seperti ekor kuda rawa (Equisetum palustre), yang sangat berbahaya bagi hewan penggembalaan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya hanya memetik ekor kuda di alam jika Anda benar-benar yakin. Sayangnya kedua spesies tersebut hanya dapat dibedakan berdasarkan beberapa ciri saja.

Penggunaan ekor kuda dalam naturopati

Ekor kuda lapangan tidak hanya dapat digunakan di taman sebagai pupuk atau pelindung tanaman, ramuan ini juga memiliki tempat permanen dalam pengobatan alami. Isinya antara lain:

  • Silika
  • Saponin
  • Mineral
  • minyak atsiri (minyak kapur barus)

Ramuan ini dianjurkan dikeringkan atau segar untuk mengatasi peradangan, rematik, asam urat, dan osteoartritis, antara lain.

Kiat

Nama ekor kuda berasal dari fakta bahwa ia digunakan untuk membersihkan dan memoles piring timah. Kristal silika yang terkandung dalam ramuan tersebut memiliki konsistensi yang kasar dan melarutkan sisa kotoran yang membandel sekalipun.

Direkomendasikan: